Postingan

HALO 25 ✋😊

Hai.. Kali ini gue mau mengangkat tema yang cukup berat. Gatau yaa malem ini gue pengen meratapi nasib gue ketika menginjak usia 25 tahun. Iya lu ga salah baca. The real seperempat abad. Orang bilang, di usia 25 tahun, kita mengalami quarter life crisis. Dan kayanya itu terjadi pada diri gue saat ini. Dikutip dari website Siloam Hospital, quarter life crisis merupakan fase di mana seorang individu akan merasa gelisah dengan masa depannya. Kalimat di atas sepenuhnya benar, beberapa hari ini, gue mengalami pergolakan batin yang sangat luar biasa. Gue gelisah dengan karier yang gue capai saat ini. Gue merasa karier yang sekarang gue bangun sama sekali ga bisa diandalkan. Gue tahu persis bahwa gue ga bisa selamanya berada di sini. Gue sadar itu. Sedangkan, di luar sana, kualifikasi lowongan pekerjaan sangat di luar logika. "Maksimal berusia 25 tahun." Bahkan, tak jarang gue juga membaca iklan lowongan pekerjaan "Maksimal berusia 23 tahun." Secara otomatis, peluang gue u...

Cerita pendakian tektok jabal Penanggungan

Gambar
Di sini gue mau ceritakan pengalaman gue mendaki gunung Penanggungan. Sebetulnya, kisah ini terjadi sudah sejak 1 bulan yang lalu, tapi gue bener-bener baru sempet menuliskan ini sekarang. Kenapa sih kok gue harus nulis banget? Ya karena gue merasa perjalanan ini sayang kalo cuma didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Menurut gue, foto dan video kurang efektif dalam mendefinisikan rasa. Oleh sebab itu, gue akan mengabadikan momen tersebut dalam bentuk tulisan ini. Yaa semoga gue masih inget setiap detail perjalanan kami. Kenapa gue bilang kami? Iya, gue ga sendirian. Perjalanan ini gue lakukan bersama manusia yang biasa gue panggil Sumiati (bukan nama sebenarnya). Kita memang sudah lama merencanakan pendakian kedua ini (betul kita udah pernah mendaki sebelumnya ke Puthuk Gragal, jadi ga bisa dong dikatakan newbie banget). Dan jangan pernah sebut kita pendaki fomo ya, karena memang hobi mendaki ini sudah ada sejak gue duduk di bangku kuliah, ya meskipun pada saat itu gue belum pe...

Beberapa cuil seputar kisah ulang tahun gue

Halooo hehe. Cukup lama juga yaa gue ga mampir di blog ini? Gimana nih kabar gue? Alhamdulillah sangat luar biasa. Banyak hal yang gue alami selama gue absen dari blog ini. Tapi ga mungkin dong gue ceritain semua di sesi kali ini. Why not? Ya karena di chapter ini gue mau cerita khusus tentang rangkaian peristiwa hari ulang tahun gue yang ke- yaampun gue ga sanggup nyebut angkanya😭 Ok kita mulai. Are you ready? Let's go! Jadi, pada suatu hari, tepatnya di tanggal 29 September 2024, gue ulang tahun. Oiya sebelumnya lu semua harus tahu bahwa gue lahir di tanggal cantik. Sebenernya gue gamau spill detailnya sih, ntar ketauan dong umur gue berapa. Tapi it's ok lah, namanya juga flexing ya harus dipaparkan dong. Ok gue lahir di tanggal 29-09-1999, beautiful date ga sihh? Gue akui, nyokap gue emang jago banget milih tanggal lahir yang oke buat anaknya yang ga kalah oke ini. Lanjut, sebetulnya, gue pengen banget merayakan hari spesial ini dengan melakukan hobi tercinta gue, mendaki. ...

Badai

Kenapa sih gue gampang banget kepikiran? Bener kata cak jon, gue emang terlalu berpikir negatif terhadap sesuatu yang bahkan belum terjadi. Dari semalem gue bener-bener ga bisa tidur dengan nyenyak. Selain gue emang masih sakit batuk dan demam, gue kepikiran soal keputusan gue yang gue rasa sangat keliru. Gue mikir aja, kalau sampai amit-amit ketahuan, efek dominonya bisa sangat besar. Rencana gue bisa kacau, gue yang memberikan ide juga bisa ikut keseret. Atau yang lebih parah lagi, gue bisa dipidanakan, gue bisa dipenjara. Semakin gue pikirin, semakin gue ga tenang. Paginya pun gue langsung cari tahu semua konsekuensi yang akan menimpa gue kalau gue beneran ketangkep. Hal yang seharusnya gue lakukan jauh sebelum gue memutuskan rencana ini. Gue juga mencoba cari jalan keluar lain, berharap gue bisa gagalin rencana ini biar gue ga kepikiran lagi. Gue masih berharap semoga rencana ini ga benar-benar berjalan sehingga hidup gue bisa kembali aman, damai, dan sentosa. Segala macam cara gue...

Masih ga nyangka doa gue dikabulin secepat ini

Inget ga sih doa gue yang waktu itu gue tulis di sini? Iyaa, waktu itu gue berdoa semoga cepat mendapatkan pekerjaan pengganti yang lebih baik. Dan booommmm sekarang udah terkabul dong. Ternyata bener ya doa orang teraniaya dan terdholimi itu langsung terbang menembus langit. Meskipun sampai saat ini gue masih belum bisa mengikhlaskan gaji 2 bulan gue, tapi setidaknya gue cukup bahagia dengan pekerjaan baru gue. Jadi pemirsa, gue sekarang kerja di salah satu perusahaan travel di Surabaya. Iyaa woi lu ga salah baca, di Surabaya . Satu-satunya kota yang membuat gue jatuh cinta, sampai-sampai gue menganggap bahwa lahir, tinggal, dan besar di Surabaya adalah sebuah privilege. Perlu diketahui bahwa sejak masa kuliah, gue selalu bercita-cita ingin membangun karier di Kota Pahlawan ini. Sayangnya, saat itu cita-cita gue terhambat gara-gara covid sialan yang menghancurkan semua mimpi-mimpi gue. Gue pun hanya bisa pulang kampung dan kembali menjadi gadis desa awowkwowk Butuh waktu tiga tahun hi...

Percobaan kedua mendekati paklek itu: Emang boleh segegabah ini?

Jadi, tulisan serial paklek part 2 kemarin belum 100% tuntas. Kan kemarin gue nulis itu pas masih di kereta. Nah, pas turun di stasiun, gue coba cari dia lagi. Dan lu semua tauu, gue melihat sesuatu yang sangat plot twist, pemirsa. GUE LIAT PAKLEK ITU BONCENG MBAK-MBAK DONGGG Gue gatau harus berbuat apa, gue juga gatau apa yang gue rasain saat itu. Rasanya gimana yaa, kayak bener-bener anjiinggg banget. Sumpah gatau kenapa gue patah hati banget woi. Gilak sih bego banget gue, gegabah banget sih lu yuunnn. Kan bisa lu riset dulu, tanya dulu, baru setelah itu jatuh cinta. Bukan sebaliknya. Kalo gini siapa yang repot cobaa wkwkw Sepanjang perjalanan pulang, gue pun cuma bisa meringis, komedi banget sih kisah cinta gue, yaallah. Maksud gue, mumpung gue lagi jatuh cinta, ayolah kisahnya yang mulus-mulus aja, jangan kayak jalanan tugu ngalor ginii. --- Lanjut keesokan harinya, gue pergi ke Surabaya lagi. Gue kemarin bilang, kalo gue akan nyoba dua kali, baru setelah itu gue anggap selesai. Y...

Percobaan pertama mendekati paklek itu

Akhirnya kesampaian juga naik kereta lagi. Tapi sepertinya percobaan pertama kali ini kurang berjalan mulus. Okey kita mulai ya lanjutan skrip FTV SCTV ini. Jadi, gue hari ini goes to Surabaya. Lagi-lagi untuk menghadiri interview kerja, bedanya yang ini sudah interview final karena sebelumnya kami (gue dan interviewer) sudah bertemu secara daring beberapa waktu lalu. So pasti gue excited dong. Bagaimana tidak, selain akhirnya gue dapet lampu ijo perihal karier gue ke depannya, gue juga bisa modus ketemu lagi dengan paklek itu. Gue sengaja berangkat lebih awal biar ga ketinggalan kereta rajin itu lagi. Setelah memarkirkan motor di samping stasiun dengan cukup santuy, mata gue pun mulai menyapu halaman stasiun, mencari keberadaan sosok itu. Tak butuh waktu lama. Nah ketemu! Dia tampak asik menghisap rokok sembari bercengkrama dengan seorang bapak-bapak. (Etdah sudah gue duga kalo dia memang hobi ngobrol dengan manusia, ternyata gue ga seistimewa itu. Yaiyalah) Sebetulnya gue pengen bang...