Percobaan pertama mendekati paklek itu
Akhirnya kesampaian juga naik kereta lagi. Tapi sepertinya percobaan pertama kali ini kurang berjalan mulus.
Okey kita mulai ya lanjutan skrip FTV SCTV ini.
Jadi, gue hari ini goes to Surabaya. Lagi-lagi untuk menghadiri interview kerja, bedanya yang ini sudah interview final karena sebelumnya kami (gue dan interviewer) sudah bertemu secara daring beberapa waktu lalu.
So pasti gue excited dong. Bagaimana tidak, selain akhirnya gue dapet lampu ijo perihal karier gue ke depannya, gue juga bisa modus ketemu lagi dengan paklek itu.
Gue sengaja berangkat lebih awal biar ga ketinggalan kereta rajin itu lagi.
Setelah memarkirkan motor di samping stasiun dengan cukup santuy, mata gue pun mulai menyapu halaman stasiun, mencari keberadaan sosok itu.
Tak butuh waktu lama. Nah ketemu! Dia tampak asik menghisap rokok sembari bercengkrama dengan seorang bapak-bapak. (Etdah sudah gue duga kalo dia memang hobi ngobrol dengan manusia, ternyata gue ga seistimewa itu. Yaiyalah)
Sebetulnya gue pengen banget nyapa ya. Tapi sikonnya ga pas banget, masak gue mau ganggu keharmonisan mereka berdua sih?
Gue cuma bisa melaluinya dan masuk ke stasiun untuk menunggu keberangkatan.
Pas mau berangkat, gue nyoba nyari dia lagi. "Mana sih tu orang ga nongol-nongol," batin gue.
"Mentang-mentang udah bestie sama satpam stasiun jadi seenaknya aja lu," batin gue lagi. Gue gaada temen ngobrol, jadi seperti biasa, lebih banyak berdialog dengan diri sendiri.
Yaudah akhirnya gue ga bisa ketemu dia lagi untuk menanyakan dua pertanyaan krusial.
Sebagai orang yang positive thinking, gue berpikir, "ah nanti pas pulang juga ketemu," masih berbicara dalam batin.
Tapi ternyata tidak semudah itu ferguso, gue baru menyadari bahwa di Stasiun Surabaya Pasarturi itu rameee. Meskipun dia naik dari sana, pasti sangat sulit menemukan batang idungnya.
Dan benar dongg. Gue juga ga berhasil duduk di sampingnya. Jangankan itu, menyadari bahwa gue ada di kereta yang sama dengannya pun engga. Miris sekali nasibku.
Sekarang, gue ada di dalam kereta ini. Duduk di posisi yang sama dengan pertemuan pertama kami.
Sayangnya, di samping gue kini mbak-mbak. Jadi, perjalanan kali ini gue habiskan untuk menulis cerita singkat ini.
Sampai jumpa di percobaan kedua, dan mungkin terakhir kalinya. Karena setelah itu, gue akan menyimpulkan sendiri bahwa dia sudah tidak lagi sendiri sehingga gaada alasan untuk bertemu dengannya kembali. Thanks!
Komentar
Posting Komentar