Tentu Saja

Sekarang, aku telah kembali ke masa sebelum aku mengenalmu. Aku tidak menyangka bahwa melupakanmu akan semudah ini. Aku tidak lagi mengharapkan panggilan masuk darimu, tidak lagi menunggu pesan yang kau kirimkan untukku. Bahkan, aku tidak lagi penasaran dengan isi storymu. Tidak, aku tidak melupakanmu seutuhnya. Aku hanya melupakan tentangmu yang dulu terlihat mencintaiku, tentangmu yang dulu selalu membuatku melukis senyum di wajahku, tentangmu yang sempat membuatku merasa menjadi wanita yang paling berharga. Ah, itu dulu. Tidak, aku bercerita seperti ini tidak dengan membayangkan sosokmu. Tentu saja.

Kini semua terasa lebih ringan tanpamu, tanpa orang-orang semacam dirimu. Aku lebih suka kehidupanku yang seperti ini, tidak dekat dengan siapapun, tidak ada kabar yang kutunggu, tidak ada notifikasi favorit. Aku tidak sedang mencintai seseorang. Aku hanya sedang memberi waktu untuk hatiku agar bisa lebih leluasa menikmati bahagia.

Aku tidak akan lagi mengizinkan siapapun untuk merusak bahagiaku. Karena kutahu, bahagia yang seperti ini tidak mudah patah, bahagia yang seperti ini tidak mudah sirna. Sederhana memang, tapi cukup membuatku lupa bahwa aku pernah jatuh begitu dalam.

 

Surabaya, 17 November 2018

Di sela-sela bahagia

-Yun- 

 

Nantikan bukunya ya!! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita pendakian tektok jabal Penanggungan

HALO 25 ✋😊

Beberapa cuil seputar kisah ulang tahun gue