Sebuah Pengantar
Hay penikmat sastra, hari ini aku akan memulai kembali hobiku yaitu menulis. Ya, sejak duduk di bangku sekolah dasar, aku sangat suka dengan pelajaran bahasa indonesia, termasuk menulis. Walaupun kemampuan menulisku masih di bawah rata-rata, tapi aku yakin suatu hari nanti aku bisa membesarkan namaku melalui tulisan-tulisanku. Hmm semoga saja.
Sedikit bercerita, dulu waktu aku SMP aku punya buku diary. ya, buku itulah satu-satunya teman curhatku. Aku tak pernah benar-benar terbuka pada orang lain. ada banyak alasan untukku memilih buku sebagai teman, buku adalah tempatku mencurahkan semua isi hatiku tanpa aku harus khawatir dia tidak bisa menjaga kepercayaanku.
Aku tak peduli jika buku tidak bisa memberikan solusi, aku tak membutuhkan itu. Lagipula jika aku bercerita pada orang lain, apa aku akan mendapatkan solusi? Belum tentu. Bahkan mungkin mereka hanya sekedar ingin tahu, tidak ada niat untuk membantu. Hmm aku memang tak mudah percaya pada manusia.
Menurutku yang paling indah dari menulis yaitu aku bisa menikmatinya lagi, membacanya berulang kali sampai aku hafal kata demi kata, kalimat demi kalimat. Itu menyenangkan. Aku memang tipikal orang yang sangat menghargai kenangan, menyimpannya hingga suatu saat aku bisa membacanya lagi dan lagi tanpa sedikitpun rasa bosan menghinggapi.
SMP berlalu, SMA datang. aku semakin gila dengan yang namanya menulis. Aku bisa menulis dimanapun yang aku mau, di buku pelajaran, buku paket, atau bahkan buku teman yang kupinjam. Aku merasa kemampuanku dalam menulis semakin menjadi-jadi. Begitu aku sadar, aku langsung memasukkan kata "penulis" di daftar cita-citaku. Hmm ya, aku memang punya banyak cita-cita. Aku tidak berharap semuanya terwujud, cukup salah satu yang terbaik.
Tapi gairahku untuk menulis pupus waktu buku diaryku dibaca oleh teman-temanku. Yah, itu memalukan bukan? Tragedi itu terjadi ketika aku menginjak kelas 12. Memang sepenuhnya salahku, harusnya aku bisa menjaga baik-baik bukuku. Sejak itu, aku mulai malas menulis, entah kenapa mungkin aku sedikit trauma dengan tragedi yang telah terjadi.
Oh iya, pernah aku mencoba buat novel dan cerpen berulang kali. Tapi di saat semangatku sedang menggebu, tiba-tiba buntu di tengah jalan. kan sebel ya? Akibatnya, sampai sekarang belum ada satu karya pun yang kuhasilkan selain tulisan-tulisan tentang hidupku.
Nah, dari situ muncullah ideku untuk menghidupkan blog. sebenernya aku pernah punya blog, dulu. tapi kini dia telah mati. Jadi aku beralih ke yang baru. semoga dengan bersamanya aku jadi lebih mudah meraih bintangku. Hmm semoga saja. :)
Komentar
Posting Komentar