Sebuah Sinopsis


SUDAHI LALU TINGGALKAN!
Buku harianku telah ku simpan dalam-dalam, aku tak ingin membukanya lagi. Ya sejak kau menghilang, aku tak selera lagi untuk hanya sekedar melihatnya. Entah sejak kapan kau berubah, aku tak tahu pasti. Yang jelas, semua terasa berbeda setelah kau pergi. Tak ada lagi panggilan masuk yang dulu selalu terlihat di layar ponselku. Sebenarnya aku selalu suka dengan notif itu, bahkan selalu ku tunggu. Hanya saja aku tak pernah memberitahumu.
Mungkin kau terlalu membuatku nyaman, hingga aku tak sadar bahwa waktu itu secara perlahan hatiku mulai terbuka untukmu. Ah kenapa bisa secepat itu. Padahal sebelumnya aku sudah bertekad tidak akan membuka hati untuk siapapun, termasuk dirimu. Karena aku tahu itu akan membuatku terluka. Ha lucu sekali kisahku. Berawal dari ketidakjelasan dan berakhir dengan ketidakjelasan pula.
Ketakutanku selama ini pun terjadi. Sebenarnya aku sudah mempersiapkan semuanya sejak awal. Tapi rasa kecewa memang tak pernah bisa dikendalikan. Itulah akibatnya jika terlalu bergantung pada manusia. Jujur, aku memang benar-benar kehilangan sosokmu, aku benar-benar terluka. Harapku hanya satu, semoga luka ini akan segera sembuh, itu saja.
Satu kalimat penting untukmu, “Kau, lelaki yang tak pernah paham tentang cara berpamitan.”

Surabaya, 9 November 2018
Di antara malam yang berselimut rindu
-Yun-

Nantikan bukunya ya! (:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita pendakian tektok jabal Penanggungan

HALO 25 ✋😊

Beberapa cuil seputar kisah ulang tahun gue