Memang.
Berat memang, ketika kita meninggalkan
apa yang sudah terlanjur nyaman. Sayangnya, rasa nyaman inipun mungkin hanya
bertepuk sebelah tangan. Aku nyaman, dia tidak. Kita nyaman, mereka? Entahlah.
Siapa pula yang bisa menebak perasaan
seseorang tanpa bertanya dulu pada orang itu. Tapi entah kenapa aku merasa bahwa memang rasa nyaman ini tak terbalaskan.
Sakit memang, ketika kita merasa tidak
dipedulikan. Merasa bahwa tanpa kita semua akan berjalan baik-baik saja, atau
bahkan lebih baik.
Ketika kita pergi, tidak ada yang
merasa kehilangan, atau bahkan senang karena memang itulah saat-saat yang
mereka impikan.
Ketika penderitaan kita adalah
kebahagiaan mereka, ketika luka yang kita rasa bisa menimbulkan tawa mereka,
ketika perih kita dapat melukis senyum di bibir mereka.
Perih memang, ketika kita merasa diabaikan.
Merasa bahwa ini bukan tempatku. Dan di tempat lainnya pun sama, ini bukan
tempatku. Lalu dimanakah aku harus menetap?
Bertahan atau pergi meninggalkan?
Kita baik-baik saja, menahan air mata sambil
terus berdoa: Semoga rasa nyaman yang sama akan tumbuh di hati mereka.
Dari kami, Yang tidak peduli.
Untuk mereka, Yang tidak berharga. J
Surabaya, 17 Mei 2019
Komentar
Posting Komentar