Di Ujung Penantian
Tidak ada yang benar-benar sayang dan peduli. Sekalipun ada satu yang tulus, sesuatu menghalangi hingga tak bisa berjalan mulus.Hmm, ini sangat membingungkan. Ingin bersatu tapi sulit untuk menyatu. Ingin melepaskan tapi sangat disayangkan.Mungkin memang benar, akan sangat sulit menemukan seseorang yang tulusnya melebihi dirimu. Aku tidak tahu di luar sana masih adakah yang akan memperjuangkanku secara berlebihan sepertimu.Terjadi perseteruan yang hebat antara hati dengan akal. Hati ingin memilihmu, namun akal ini seakan menolaknya.Bukan tak bisa menerimamu apa adanya, bukan. Aku juga ingin bersamamu. Aku ingin kita bisa hidup bersama seperti mimpimu. Aku ingin membangun keluarga kecil sederhana bersamamu. Perlahan aku ikut terbuai dalam khayalan-khayalan semu yang kau ciptakan.Bisa-bisanya kau melibatkanku dalam rasa ini. Bisa-bisanya kau membuatku berhenti mencari lagi.Kini yang kunanti hanya seberapa keras kau berjuang untuk menghalalkanku. Dengan harapan sama besarnya, semoga di ujung penantian sana aku akan menemukanmu. Jika mungkin sedikit berbeda, semoga kita bisa sama bahagianya. Meskipun tidak dengan bersama-sama.
Surabaya, 20 Juli 2019
Komentar
Posting Komentar